Depoedu.com-Untuk hidup sehat, selain rutin berolah raga dan istirahat yang cukup, orang perlu makan setiap hari. Namun bagi banyak orang, makan tidak hanya diperlukan untuk hidup sehat, melainkan makan juga diperlukan untuk menikmati hidup.
Bagi mereka yang makan dan minum untuk menikmati hidup, mereka tidak selalu mencari makanan dan minuman sehat, melainkan mencari makanan dan minuman enak. Dan semua makanan dan minuman enak, pasti mengandung gula tinggi atau lemak.
Selama ini lemak selalu dijadikan kambing hitam dari banyak masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh kandungan lemak dalam makanan. Sebut saja obesitas dan penyakit jantung, akan jadi ancaman jika tubuh kita kelebihan lemak.
Padahal tidak cuma lemak, konsumsi gula berlebih pun dapat membahayakan kesehatan tubuh, terutama konsumsi gula berlebih dapat mempengaruhi kesehatan dan kinerja otak sebagai organ tubuh yang sangat vital.
Baca juga : Enam Kebiasaan Buruk Yang Dapat Merusak Otak
Bahaya konsumsi gula berlebih
Sementara semua orang biasanya semakin menginginkan makanan dan minuman manis karena kandungan gulanya berefek pada sistem hadiah pada otak. Ketika kita makan makanan atau minum minuman manis, otak melepaskan dopamine yaitu zat kimia yang membuat kita merasa nikmat dan puas.
Ini dapat menyebabkan konsumsi gula bisa berlebih karena terjadi peningkatan toleransi terhadap dopamine, sehingga untuk pelepasan dopamine dalam jumlah yang sama, otak perlu menerima rangsangan dengan jumlah gula yang lebih besar. Ini dapat menyebabkan kita ketergantungan pada gula.
Padahal ketergantungan pada gula dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk membentuk dan mempertahankan memori. Penelitian membuktikan bahwa konsumsi gula berlebih dapat mempengaruhi hipocampus, bagian pada otak yang berperan menyimpan memori jangka panjang.
Konsumsi gula berlebih juga dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif pada otak. Ini adalah kondisi rusaknya neuron yang mempengaruhi kemampuan otak dalam memproses dan mempertahankan memori.
Oleh karena itu, dalam jangka panjang jika konsumsi gula tidak terkendali, kemampuan otak untuk berpikir akan terganggu, terutama kemampuan konsentrasi, kemampuan berpikir kreatif, kemampuan berpikir kritis dalam proses pengambilan keputusan akan tergangu.
Baca juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Di SMA Negeri 1 Lewolema, Pentingnya Nasionalisme Bagi Generasi Muda
Jumlah Konsumsi gula yang dianjurkan
Agar otak tetap sehat dan dapat berfungsi, otak memang membutuhkan asupan gula misalnya otak menyerap 20-23 persen metabolisme glukosa dalam tubuh sebagai bahan bakarnya. Oleh karena itu gula memang diperlukan namun dalam jumlah yang secukupnya.
Agar tidak berlebih dalam mengkonsumsi gula, Eduers perlu tahu batas konsumsi gula untuk hidup sehat yang dianjurkan dalam sehari. WHO misalnya menganjurkan standar konsumsi gula sehari yang sehat bagi tubuh adalah 25 gram atau sekitar 6 sendok teh.
Di Indonesia standar ini, tidak diterapkan. Artinya konsumsi gula masyarakat kita sudah terlampaui. Berdasarkan data dari asosiasi gula Indonesia pada tahun 2015, konsumsi gula perkapita masyarakat Indonesia memcapai 31 gram sehari bahkan lebih karena kebiasaan konsumsi makanan manis seperti kue, dan minuman kemasan.
Mengingat vitalnya fungsi otak dan mahalnya biaya perawatan kesehatan maka Eduers perlu menjaga kesehatan, di antaranya dengan segera mengurangi konsumsi gula, olah raga teratur, istirahat yang cukup, dan aktif melatih serta menggunakan otak, misalnya dengan membaca.
Foto:Viva

[…] Baca juga : Dampak Buruk Konsumsi Gula Berlebih Bagi Kesehatan Otak […]