Semua Orang Bisa Menulis. Mengapa Perlu Belajar Menulis?

EDU Talk
Sebarkan Artikel Ini:

Depoedu.com-Semua orang dari semua profesi dengan cara mereka sendiri, memberi pengaruh kepada orang-orang di lingkugan sekitar mereka. Berawal dari kemauan baik dan tujuan mulia, pengaruh itu berdampak positif dan  menumbuhkan orang-orang tersebut.

Ada banyak profesi yang memberi pengaruh secara terbatas karena interaksi yang memang terbatas dengan lingkungannya. Profesi dokter atau pengacara misalnya, memberi pengaruh positif pada pasien atau klien mereka karena interaksi langsung.

Hal yang sama berlaku pada profesi guru. Pada dasarnya untuk memberi pengaruh. guru melakukan interaksi langsung dengan para murid. Ini adalah pengaruh  yang terbatas.

Demikianlah, ada banyak profesi lain di luar tiga profesi yang saya sebut, dapat memberi pengaruh tetapi pengaruh yang terbatas karena terikat interaksi langsung, misalnya profesi bankir, profesi olahragawan, profesi juru masak, profesi baby sister dan lain-lain.

Namun ada juga profesi lain yang  area pengaruhnya tidak  terbatas karena profesi ini berkolaborasi dengan para pekerja media, sehingga pengaruh yang mereka sebarkan menjadi tidak terbatas, sejauh media dapat diakses.

Profesi yang saya maksud adalah profesi penulis, pembicara, pengkhotbah, wartawan, sutradara, seniman, pelawak, dan teknisi pekerja media itu sendiri. Dengan kolaborasi di antara mereka, profesi-profesi tersebut memberi pengaruh bahkan tanpa batas. dengan bantuan media dan internet.

Baca juga : Tips Bagi Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Milenial

Menurut hemat saya, profesi-profesi dengan pengaruh yang terbatas dapat menjadi profesi dengan pengaruh tanpa batas jika mereka menguasai keterampilan menulis dan berkolaborasi dengan teknisi pekerja media.

Namun masalahnya, apakah keterampilan menulis dapat dikuasai oleh semua profesi? Atau apa yang bisa dilakukan agar  keterampilan menulis bisa dikuasai oleh semua profesi untuk memperluas area pengaruh serta adakah manfaat lainnya?

Apakah keterampilan menulis dapat dikuasai oleh semua orang?

Dalam persiapan pelatihan menulis dengan  jaringan sekolah Tarakanita, saya menemukan seorang tokoh, Dorothea Brande penulis buku Becoming A Writer,  yang mengatakan bahwa untuk dapat menjadi penulis hanya diperlukan sumbangan bakat sebesar 3 persen.

Sedangkan 97 persen lainnya adalah aspek keterampilan. Itu artinya paham teknik menulis; pengetahuan tentang teknik menulis, dan kemauan untuk berlatih terus menerus.

Dari sini, saya berani menyimpulkan bahwa semua orang dapat menjadi penulis, asal mau berlatih sehingga menjadi keterampilan. Juga karena di satu pihak, prosentase sumbangan bakat ternyata sangat kecil dan di pihak lain, teknik menulis yang harus dilatih dan dikuasai, bukanlah hal yang rumit dan sulit.

Menulis sebagai proses produksi wacana

Menulis sebagai proses produksi wacana saya ibaratkan seperti menuang air dari teko. Air akan keluar dari teko apabila teko tersebut diisi. Jika teko terisi semakin penuh, air akan semakin mudah dituang dari teko.

Baca juga : Indeks Kualitas Hidup Kota Jakarta Rendah. Peringkat 12 Dari Bawah, Dari Berapa Kota Di Dunia?

Bahkan jika teko terisi penuh, ia akan meluber sendiri tanpa harus dituang. Maksudnya proses produksi wacana atau proses menulis akan semakin mudah jika para profesional terus belajar meng-update diri dengan pengetahuan yang baru, karena tuntutan wajib belajar bagi mereka.

Ini artinya semua profesional dari semua profesi akan mudah menjadi penulis jika mereka mau melengkapi diri dengan keterampilan menulis. Jika marak terjadi produksi wacana dari semua profesi, maka publik akan semakin cerdas dan kehidupan bersama akan menjadi semakin bermutu.

Jadi semua profesi berpeluang menjadi penulis, karena keterampilan menulis bukan keterampilan rumit dan sulit dikuasai. Tidak terkecuali profesi guru, jika guru mau meng-update diri dengan terus membaca dan terus berlatih menulis agar menjadi lebih terampil.

Menulis sebagai karier kedua pasca pensiun

Pada saat seorang profesional pensiun, penghasilannya menurun bahkan dalam banyak kasus, tanpa penghasilan sama sekali. Padahal selama aktif bekerja, seorang profesional telah memiliki gaya hidup, dan meskipun pensiun gaya hidup ini tetap memerlukan biaya.

Banyak orang kemudian mengalami stress yang serius karena perubahan ini. Kehidupan sosial pensiunan menjadi terganggu, bahkan terjadi kemunduran secara fisik. Di samping itu, profesional dengan kesibukan bekerja puluhan tahun tiba-tiba berhenti sama sekali, akan semakin memperparah kemunduran fisik tersebut.

Situasi ini bisa diselamatkan jika seorang pensiuan memiliki karier kedua, sehingga dia tetap memiliki penghasilan untuk membiayai gaya hidupnya, dan tetap memiliki aktivitas untuk tetap memelihara kondisi fisik dan psikisnya.

Baca juga : Pentingnya Keterampilan Computational Thinking Di Era Merdeka Belajar

Dengan pengalaman menangani aneka masalah dan akumulasi pengetahuan melalui proses belajar selama masa aktif bekerja, seorang pensiunan memiliki modal untuk menjadi penulis, dan menjadikan menulis sebagai karier keduanya.

Para penasehat karier menasehatkan bahwa sangat diperlukan karier kedua bagi seorang pensiunan, dan karier kedua yang baik adalah karier yang dekat dengan karier pertama. Dan menulis memenuhi persyaratan jika pensiunan guru masih menulis tentang pendidikan.

Menulis bisa membuat pensiunan masih tetap menghasilkan uang untuk membiayai gaya hidup, dan tetap aktif  belajar, tetap berpikir. Ini membuat pensiunan tetap bisa produktif dan sehat di masa pensiun.

Namun keterampilan menulis sebagai sebagai keterampilan, tidak dapat sekonyong-konyong dikuasai. Mari belajar menulis mulai dari sekarang, sehingga ketika pensiun tinggal menjadikan menulis sebagai karier keduamu.

Itulah menulis, sebagai keterampilan, untuk menguasainya diperlukan proses belajar. Karena tidak rumit, semua orang dari semua profesi harusnya bisa kuasai. Jika sudah dikuasai, menulis dapat diandalkan untuk menjadi karier kedua, Ayo, mulai belajar menulis dari sekarang, ketika masih muda. 

Foto:alodokter

5 3 votes
Article Rating
Sebarkan Artikel Ini:
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments